Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini tengah gencar mempromosikan wisata olahraga (sport tourism) sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Berbagai ajang lari yang diselenggarakan secara rutin terbukti memberikan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, menjelaskan bahwa maraknya kegiatan olahraga massal ini tidak hanya meramaikan wilayah Sleman, tetapi juga menghidupkan sektor perhotelan, transportasi, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, para peserta dari luar daerah umumnya menetap minimal dua malam, yang secara otomatis meningkatkan perputaran uang di Sleman.
Selain dampak finansial secara langsung, perhelatan berskala besar seperti maraton dan festival musik juga berperan krusial dalam membangun kepercayaan publik. Kehadiran ribuan peserta dari luar daerah mempertegas citra Sleman sebagai destinasi yang aman, nyaman, dan kondusif untuk pariwisata, investasi, maupun sektor pendidikan.
Agenda wisata Sleman ke depan dipastikan kian padat dengan sejumlah perhelatan olahraga baru. Beberapa di antaranya adalah Transmigrasi Run yang dijadwalkan mengambil titik start di kawasan utara Abhinaya, serta Sleman Tempuran Run di Pakem yang menawarkan kategori jarak bervariasi mulai dari 5, 10, hingga 21 kilometer.
Di sisi lain, ajang olahraga ini juga dikolaborasikan dengan program pembangunan nasional. Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa, menyatakan bahwa ajang lari santai yang menjadi bagian dari Festival Transmigrasi 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan paradigma baru transmigrasi yang kini fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.