Risdawati, mahasiswi sekaligus Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari, sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Ia berhasil menyabet penghargaan Top 2 Best Speaker dalam ajang Konferensi Internasional Santri Mendunia yang berlangsung di tiga negara Asia, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand pada 6 hingga 11 Agustus 2026.

Dalam forum ilmiah yang mempertemukan sekitar 60 delegasi dari berbagai universitas di Asia tersebut, Risdawati mempresentasikan karya tulisnya yang bertajuk "Transforming Digital Addiction Through Education Disciplinary Character in Islamic Boarding Schools". Karya ilmiah ini menyoroti pentingnya peran pendidikan karakter berbasis disiplin di pondok pesantren guna menanggulangi fenomena kecanduan digital pada generasi muda Muslim.

Risdawati berargumen bahwa kemajuan teknologi digital tidak perlu dijauhi oleh generasi muda demi menjaga nilai-nilai keagamaan. Kunci utamanya terletak pada kemampuan pengendalian diri yang kuat agar pemanfaatan teknologi dapat diarahkan pada hal-hal yang positif dan produktif. Karakter disiplin, tanggung jawab, serta kebiasaan ibadah yang terstruktur di lingkungan pesantren dinilai menjadi fondasi kokoh untuk menghadapi tantangan era digital.

Konferensi yang mengusung tema besar "Disconnected Generation: Faith, Technology and the Crisis of Modern Muslim Youth" ini melibatkan peserta dalam serangkaian aktivitas akademik yang ketat. Selama enam hari pelaksanaan, para peserta ditantang untuk beradu argumen melalui sesi debat ilmiah, Focus Group Discussion (FGD), hingga presentasi hasil penelitian secara komprehensif.

Menanggapi pencapaian ini, Risdawati mengungkapkan rasa syukur dan memandang penghargaan tersebut sebagai pemantik motivasi untuk terus berkembang. Ia berharap prestasi ini dapat menginspirasi para santri dan mahasiswa Indonesia lainnya agar lebih berani tampil menyuarakan ide-ide solutif di panggung global, sekaligus membuktikan bahwa generasi muda Muslim siap berkontribusi nyata menjawab tantangan zaman.