Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam lanskap bisnis Indonesia. Di satu sisi, berbagai platform digital membuka akses lebih luas bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produk, melayani transaksi, dan menjangkau konsumen secara efisien. Namun di sisi lain, kemudahan tersebut turut memicu persaingan yang semakin ketat di kalangan pelaku usaha, khususnya sektor UMKM.

Hal tersebut diungkapkan oleh Revin, pelaku UMKM di bidang konveksi, saat tampil dalam program talkshow di RRI Palangka Raya pada Rabu, 24 Juni 2026. Menurutnya, era digital menuntut setiap pelaku usaha untuk mampu menawarkan harga kompetitif, membangun identitas merek yang kuat, serta menghadirkan pelayanan prima guna menarik minat konsumen.

"Kalau sekarang kan teman-teman melihat IG, bahkan di WhatsApp sudah bisa untuk share branding beserta list harganya, di situ sebetulnya persaingan ketat," ujar Revin. Ia menekankan bahwa media sosial kini menjadi arena pertarungan nyata bagi para pelaku usaha dalam memperebutkan perhatian pasar.

Senada dengan itu, Ahyar Junaedi, Dosen Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, menilai bahwa pelaku usaha harus menyusun strategi pemasaran yang terukur dan adaptif agar mampu bertahan di tengah dinamika digital. Selain mengoptimalkan kehadiran di media sosial, kemampuan membaca tren serta pergeseran minat konsumen menjadi kunci penting yang tidak boleh diabaikan.

"Perubahan dari sisi perilaku konsumen sekarang itu luar biasa, bahkan bisa dilihat dalam hitungan minggu sudah ada yang berubah. Hari ini penginnya apa, minggu depan beda lagi penginnya itu, nah, itu yang harus diantisipasi oleh para pelaku usaha," papar Ahyar.

Cepatnya pergeseran preferensi konsumen menjadi tantangan tersendiri yang menuntut pelaku usaha untuk terus berinovasi, baik dari segi produk, kualitas pelayanan, maupun pendekatan promosi. Tanpa kemampuan beradaptasi secara berkelanjutan, bisnis berisiko kehilangan relevansi di mata pasar.

Dengan pemanfaatan teknologi digital yang tepat sasaran, pelaku usaha sejatinya memiliki peluang besar untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat daya saing. Namun, keberhasilan jangka panjang tetap ditentukan oleh kesiapan pelaku usaha dalam merespons perubahan serta memahami kebutuhan konsumen yang terus berevolusi di era serba digital ini.