PT Avia Avian Tbk (AVIA), emiten produsen cat dekoratif terkemuka milik keluarga Tanoko, membukukan kinerja keuangan yang impresif sepanjang semester pertama tahun 2026. Perseroan sukses meraup laba bersih sebesar Rp938,41 miliar, melonjak hingga 20,7 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp778,19 miliar.

Pertumbuhan laba yang signifikan ini berjalan selaras dengan peningkatan penjualan bersih perseroan yang mencapai Rp4,59 triliun, tumbuh 18,2 persen secara tahunan dari Rp3,88 triliun. Sektor solusi arsitektur menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar Rp3,63 triliun atau naik 18,8 persen, disusul oleh lini bisnis barang dagangan yang tumbuh 15,8 persen menjadi Rp956,5 miliar.

Presiden Direktur AVIA, Wijono Tanoko, menjelaskan bahwa hasil positif ini diraih berkat kekuatan merek yang kokoh, konsistensi inovasi produk, serta kedisiplinan operasional di tengah dinamika pasar. Guna mengatasi lonjakan harga bahan baku dan volatilitas nilai tukar rupiah, manajemen sempat melakukan penyesuaian harga jual sebanyak dua kali tanpa mengganggu loyalitas serta kepercayaan konsumen.

Selain strategi harga, akselerasi distribusi juga menjadi kunci sukses performa perseroan. Hingga akhir Juni 2026, AVIA telah mengoperasikan 132 pusat distribusi utama, didukung oleh 16 pusat distribusi mini dan 36 pusat distribusi kemitraan dengan pihak ketiga. Di pasar modal, saham AVIA saat ini diperdagangkan pada level Rp342 per lembar, mencerminkan rasio Price to Earnings (P/E) yang disetahunkan sebesar 11,29 kali.