Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin (Unhas) menginisiasi program edukasi teknologi pirolisis bagi warga Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk menekan timbunan sampah plastik sekaligus mengenalkan metode pengolahan limbah yang bernilai guna dan ramah lingkungan.
Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi praktis ini menyasar berbagai elemen masyarakat setempat, mulai dari siswi Ranu Harapan Islamic School, jajaran pengurus Bank Sampah Unit (BSU) Al Bayan, hingga warga sekitar. Melalui forum interaktif tersebut, para peserta diperkenalkan pada konsep dasar pirolisis, sebuah teknologi tepat guna yang mampu mengurai plastik menjadi bahan bakar minyak alternatif.
Dalam pemaparannya, tim mahasiswa menjelaskan bahwa pirolisis bekerja dengan cara memanaskan material plastik pada suhu tinggi di dalam reaktor khusus tanpa melibatkan oksigen. Proses termal ini memecah rantai polimer plastik menjadi senyawa hidrokarbon yang lebih sederhana, yang kemudian dapat dikondensasikan menjadi cairan serupa minyak.
Untuk memudahkan pemahaman, mahasiswa KKN mempraktikkan langsung metode tersebut menggunakan sampah kantong kresek berbahan Low Density Polyethylene (LDPE). Jenis plastik ini sangat lazim ditemukan dalam konsumsi rumah tangga sehari-hari. Peserta dipandu melalui setiap tahapan proses, yang meliputi pemilahan jenis plastik, pemanasan dalam reaktor, pembentukan uap, hingga fase kondensasi yang menghasilkan tetesan minyak pirolisis.
Di samping aspek teknis alat, edukasi ini juga menekankan urgensi pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Mahasiswa mengingatkan bahwa tidak seluruh jenis plastik aman diproses dengan metode pirolisis. Kesadaran ini penting demi mengubah kebiasaan buruk masyarakat, seperti membakar sampah secara terbuka yang memicu polusi udara dan mengancam kesehatan pernapasan.
Sesi demonstrasi ditutup dengan diskusi interaktif, di mana warga antusias menanyakan tingkat keamanan alat, efisiensi bahan bakar yang dihasilkan, serta potensi ekonominya di masa depan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan teknologi pirolisis dapat diadopsi secara luas di tingkat komunitas sebagai solusi berkelanjutan untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan bebas dari ancaman krisis iklim.