Pemerintah daerah di Tanah Papua terus bersinergi dalam mempercepat pembangunan kawasan timur Indonesia. Terbaru, enam gubernur se-Tanah Papua secara resmi mendorong penetapan wilayah Papua sebagai "Provinsi Olahraga." Aspirasi ini disampaikan langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dalam Dialog Strategis bersama Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas di Timika, Mimika, pada Kamis (30/7/2026).

Gagasan besar ini bukan tanpa dasar. Dorongan untuk menjadikan Papua sebagai pusat olahraga nasional merupakan satu dari 12 poin penting yang termaktub dalam Kesepakatan Timika. Kesepakatan tersebut dirumuskan oleh Asosiasi Kepala Daerah Provinsi se-Tanah Papua pada 11 Mei 2026 lalu sebagai peta jalan pembangunan lintas wilayah.

Meki Nawipa, yang akrab disapa Gubernur MEPA, menjelaskan bahwa untuk merealisasikan visi tersebut diperlukan dukungan regulasi yang kuat dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, para kepala daerah di Papua mendesak diterbitkannya payung hukum khusus, baik berupa Instruksi Presiden (Inpres) maupun Peraturan Presiden (Perpres).

Lebih lanjut, Meki menekankan bahwa pengembangan sektor olahraga bukan sekadar mengejar prestasi di arena pertandingan. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia (SDM) Papua yang unggul, sekaligus membuka ceruk ekonomi baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui industri olahraga.

Selain sektor olahraga, kolaborasi antarpemerintah provinsi di Papua ini juga mencakup akselerasi pembangunan infrastruktur konektivitas, pelayanan kesehatan, peningkatan mutu pendidikan, perlindungan sosial, ketahanan pangan dan energi, serta penguatan tata kelola Otonomi Khusus (Otsus). Meki berharap sinergi yang solid ini mendapat respon positif dan dukungan konkret dari pemerintah pusat agar dapat segera diimplementasikan demi kemajuan Papua.