Kolaborasi strategis sektor akademis dan industri teknologi terwujud lewat peresmian UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center di Gelanggang Inovasi Kreativitas (GIK) UGM, Sleman, Yogyakarta, pada Kamis (13/8/2026). Kerja sama ini bertujuan membangun ekosistem kecerdasan buatan (AI) yang mandiri, sehingga Indonesia mampu menjadi pencipta inovasi dan tidak sekadar menjadi konsumen teknologi global.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menjelaskan bahwa pusat teknologi ini memperkuat komitmen universitas dalam mengintegrasikan AI pada pilar tri dharma perguruan tinggi sejak 2023. Melalui wadah kolaboratif UGM AI Society, kampus telah menghasilkan berbagai solusi konkret berbasis kecerdasan buatan, mulai dari teknologi pertanian pintar (smart agriculture) berbasis Internet of Things (IoT), alat bantu diagnosis tuberkulosis, hingga sistem mitigasi kebencanaan.

Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan inovator AI baru. Baginya, tantangan terbesar saat ini adalah pemerataan kesempatan pengembangan talenta. Investasi pada kapasitas manusia menjadi kunci agar dampak teknologi ini dapat dirasakan langsung di sektor-sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, dan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Di sisi infrastruktur, Vice President of Solutions Architecture and Engineering NVIDIA, Marc Hamilton, memperkenalkan konsep AI Factory sebagai mesin pemroses data mentah menjadi model AI yang bernilai guna. Guna menjembatani keterbatasan biaya riset, NVIDIA menyediakan model komputasi terbuka yang memungkinkan institusi lokal melatih kecerdasan buatannya secara mandiri dengan hak kepemilikan data yang tetap terjaga penuh.

Urgensi perlindungan aset digital turut disuarakan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Stella Christie. Ia menegaskan pentingnya kedaulatan data nasional, di mana Indonesia dilarang keras memberikan data secara cuma-cuma kepada pihak luar demi memperkuat algoritma asing. Stella juga meminta pusat riset ini fokus pada penyelesaian masalah riil masyarakat dengan memosisikan manusia sebagai pemegang kendali utama teknologi.

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, menyatakan bahwa AI Technology Center ini merupakan bagian dari proyek strategis Indonesia AI Center of Excellence. Meutya mendorong implementasi pendekatan sovereign cloud agar pengelolaan pusat data tetap berada di bawah yurisdiksi hukum Indonesia. Keberhasilan fasilitas riset ini nantinya akan diukur dari lahirnya talenta unggul, kepemilikan hak kekayaan intelektual lokal, serta solusi praktis yang diadopsi oleh dunia industri.