Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) melalui Program Studi Teknik Pengolahan Limbah baru saja meresmikan inisiatif pengabdian masyarakat di Kelurahan Kalijudan. Fokus utama program ini adalah mengubah cara pandang warga terhadap sampah rumah tangga melalui penerapan sistem 3R (Reuse, Reduce, Recycle) yang terintegrasi dengan teknologi Black Soldier Fly (BSF).
Kawasan Taruna IV di Kelurahan Kalijudan dipilih sebagai lokasi pilot project untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular berbasis lingkungan. Ketua Tim Pengabdian PPNS, Vivin Setiani, menjelaskan bahwa metode ini dipilih karena kesederhanaannya yang memungkinkan warga untuk mempraktikkannya secara mandiri di rumah masing-masing, namun tetap memiliki nilai tambah ekonomi.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pelatihan teknis mulai dari tahapan pemilahan sampah dapur, pengolahan menggunakan mesin pencacah, hingga proses pemanfaatan Mikroorganisme Lokal (MoL) dari nasi sebagai aktivator alami dalam reaktor tray BSF. Teknologi BSF sendiri berfungsi mengonversi limbah organik menjadi larva yang memiliki nilai ekonomis sebagai pakan ternak.
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, tim PPNS juga menyerahkan berbagai bantuan sarana fisik kepada warga, termasuk komposter komunal, neraca analitik, mesin pencacah, hingga panduan praktis pengelolaan sampah. Fasilitas ini diharapkan dapat memacu kemandirian warga dalam mengelola limbah agar tidak lagi membebani tempat pembuangan akhir (TPA).
Pemerintah Kelurahan Kalijudan menyambut baik sinergi ini. Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat dan Perekonomian Kelurahan Kalijudan, Piping Minovia, menyebut bahwa program ini merupakan solusi konkret atas persoalan sampah sekaligus peluang baru bagi peningkatan ekonomi keluarga. Kehadiran berbagai elemen seperti Lurah, Kader Surabaya Hebat, dan PKK dalam kegiatan ini menandai keseriusan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat lokal untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan produktif.