Menempuh perjalanan sejauh hampir 2.000 kilometer dari kampung halamannya di Can Tho menuju Hanoi, Huynh Nguyen Anh Phuong membuktikan tekad bulatnya untuk menekuni bidang Teknologi Pendidikan (ED2) di Universitas Sains dan Teknologi Hanoi. Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan matang, mengingat dirinya memiliki rekam jejak akademis mumpuni, termasuk tawaran beasiswa penuh dari institusi lain.

Anh Phuong, yang memiliki segudang prestasi dalam kompetisi sains tingkat nasional, sempat berada di persimpangan jalan antara memilih bidang Teknologi Informasi murni atau mengejar minatnya di dunia pendidikan. Namun, setelah melakukan riset mendalam selama hampir setahun, ia meyakini bahwa teknologi harus menjadi alat untuk memecahkan masalah kemanusiaan, khususnya di sektor pendidikan.

Proses persiapan yang dilakukan Phuong sebelum merantau pun tergolong sangat terorganisir. Ia secara proaktif menghubungi dosen, berdiskusi dengan mahasiswa senior, dan mempelajari kurikulum ED2 secara rinci untuk meyakinkan orang tuanya. Baginya, komitmen ini bukan sekadar tentang akademik, melainkan tanggung jawab untuk mewujudkan visi masa depan di mana teknologi dan pendidikan berpadu harmonis.

Di program ED2, Phuong mendalami berbagai disiplin ilmu, mulai dari kecerdasan buatan, data pendidikan, hingga realitas virtual (VR) dan augmented reality (AR). Ia membayangkan masa depan di mana siswa dapat belajar sejarah dengan menjelajahi situs kuno melalui teknologi VR atau memahami sains melalui permainan interaktif, yang membuat proses belajar menjadi jauh lebih menarik bagi generasi muda.

Ke depannya, Phuong bercita-cita menjadi seorang perancang materi pembelajaran multimedia yang mampu menggabungkan estetika, empati, dan logika sains. Dengan visi untuk mendukung transformasi digital nasional, ia percaya bahwa teknologi tidak akan menggantikan peran pendidik, melainkan menjadi jembatan agar ilmu pengetahuan dapat diakses secara lebih inklusif dan menyenangkan oleh setiap pelajar di seluruh wilayah.