PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) semakin serius memperluas jangkauan bisnisnya di sektor energi terbarukan. Melalui anak usahanya, PT Chandra Waste Energy (CWE), emiten ini tengah melakukan studi kelayakan mendalam terkait proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Danantara yang berlokasi di Serang Raya, Banten.

Dalam proyek pengolahan limbah berbasis lingkungan tersebut, PT CWE tergabung dalam Konsorsium Masa Depan Energi Indonesia bersama mitra global, Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc. Konsorsium ini terpilih sebagai salah satu dari delapan mitra tender tahap kedua yang memegang potensi pengolahan sampah hingga kapasitas 1.161 ton per hari.

General Manager of Legal & Corporate Secretary TPIA, Erri Dewi Riani, menjelaskan bahwa saat ini perseroan belum menentukan estimasi nilai investasi maupun proyeksi kontribusi pendapatan secara final. Menurutnya, besaran pasti dari dampak finansial proyek tersebut baru dapat dipublikasikan setelah seluruh proses uji kelayakan (*feasibility study*) selesai dan *final letter of award* resmi diterbitkan.

Langkah taktis ini menjadi bagian dari diversifikasi portofolio Chandra Asri Group dalam memperkuat segmen infrastruktur dan mendukung konsep ekonomi sirkular. PT CWE sendiri—yang 100 persen sahamnya dimiliki TPIA—merupakan entitas yang disiapkan untuk merespons peluang bisnis berkelanjutan di Indonesia, selaras dengan pertumbuhan kinerja segmen infrastruktur perseroan yang terus menunjukkan tren positif.

Upaya pemanfaatan limbah menjadi sumber energi di kawasan Serang ini sejalan dengan rekam jejak perseroan yang sebelumnya telah mengimplementasikan teknologi *co-firing Refuse-Derived Fuel* (RDF) pada fasilitas operasional mereka di Pulo Ampel, Kabupaten Serang. Inisiatif tersebut terbukti mampu menggantikan porsi penggunaan bahan bakar fosil sekaligus mengurangi emisi karbon secara signifikan.