Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) secara resmi menggulirkan Program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD) Tahun 2026. Program strategis yang bertujuan menjaring dan membina potensi atlet muda daerah sejak usia sekolah ini diresmikan di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten PALI pada Kamis (23/7/2026).

Peluncuran program ini dipimpin oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan Daerah, H. Kamriadi, yang hadir mewakili Bupati PALI, Asgianto. Kehadiran PPLPD menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lewat jalur olahraga, dengan tetap menempatkan pendidikan formal sebagai prioritas utama.

Kepala PPLPD Kabupaten PALI, Agus Susanto, memaparkan bahwa fase pembinaan intensif ini akan berlangsung selama enam bulan dengan total 96 sesi latihan, mencakup latihan rutin, simulasi tanding internal (try in), hingga uji coba luar daerah (try out). Pada angkatan kali ini, sebanyak 14 atlet pelajar terpilih siap digodok, yang terdiri atas empat atlet cabang atletik, empat atlet tinju, dan enam atlet catur.

Pihak pengelola memastikan bahwa kegiatan olahraga tidak akan mengganggu kewajiban akademis para peserta. Jadwal latihan telah didesain fleksibel mengikuti waktu sekolah mereka, baik di siang maupun sore hari, demi memastikan kelangsungan pendidikan mereka tetap berjalan harmonis.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora PALI, Amrullah, menambahkan bahwa PPLPD ini merupakan kelanjutan dari program pembinaan atlet periode sebelumnya. Evaluasi menyeluruh akan diberlakukan kepada setiap peserta setelah masa pembinaan enam bulan selesai untuk memantau kemajuan performa serta efektivitas metode latihan yang diterapkan.

Dalam sambutannya, Kamriadi menekankan bahwa program ini merupakan salah satu pilar visi Bupati PALI dalam mencetak generasi muda terdidik dan berprestasi. Saat ini, Kabupaten PALI menjadi satu dari hanya dua daerah di Provinsi Sumatera Selatan—bersama Kabupaten Musi Banyuasin—yang konsisten menyelenggarakan program PPLPD.

Jumlah cabang olahraga yang dibina pun mengalami peningkatan siginifikan dari hanya satu cabang pada tahun lalu menjadi tiga cabang olahraga pada tahun ini. Meski demikian, Kamriadi mengingatkan bahwa kesuksesan pembinaan ini juga sangat bergantung pada peran aktif orang tua dalam menjaga kedisiplinan, asupan nutrisi, serta kesehatan mental dan fisik anak selama masa pelatihan.