Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PERGATSI) Sumut mengambil peran lebih besar dalam pengembangan industri olahraga di daerah. Menurutnya, olahraga tidak lagi hanya dipandang sebagai ruang kompetisi dan hiburan, tetapi juga dapat menjadi sektor produktif yang menciptakan nilai ekonomi.
Pesan itu disampaikan Bobby saat menghadiri pelantikan Pengurus PERGATSI Sumatera Utara periode 2025–2029 di Aula Lapangan PERGATSI Sumut, Jalan Yos Sudarso, Medan, Jumat (26/6/2026) malam.
Bobby menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara saat ini tengah mendorong transformasi olahraga menuju ekosistem industri yang mandiri dan berkelanjutan. Dalam konsep tersebut, cabang olahraga diharapkan mampu membuka peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan atlet, serta memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ia menilai industri olahraga memiliki potensi besar sebagaimana sektor ekonomi konvensional. Karena itu, Pemprov Sumut disebut siap mendukung PERGATSI, baik dalam penguatan organisasi maupun penyelenggaraan berbagai agenda keolahragaan ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga mengapresiasi fasilitas lapangan gateball yang dimiliki Sumatera Utara. Ia menyebut sarana tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan prestasi atlet pada ajang nasional berikutnya.
Bobby menyinggung capaian gateball Sumut pada PON 2024 yang berhasil menyumbangkan lima medali, mulai dari emas hingga perunggu. Dengan dukungan fasilitas dan pembinaan yang lebih baik, ia berharap prestasi tersebut dapat meningkat signifikan pada PON 2028 di Nusa Tenggara Barat.
Pemprov Sumut, kata Bobby, juga membuka peluang dukungan apabila Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan gateball berskala nasional maupun internasional. Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga dapat memperkuat citra daerah sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
Lebih jauh, Bobby menempatkan industri olahraga sebagai salah satu sektor yang berpotensi mendukung agenda Indonesia Emas 2045. Ia menilai pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan tidak hanya ditopang industri konvensional, tetapi juga sektor olahraga yang dikelola secara profesional.
Sementara itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum yang juga Ketua Umum Pengurus Besar PERGATSI, Diana Kusumastuti, menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial. Ia menyebut kepengurusan baru memikul tanggung jawab untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia gateball di Sumut.
Diana menyampaikan, perkembangan PERGATSI di Sumut cukup menjanjikan karena kepengurusan daerah kini telah meluas dari delapan menjadi 17 kabupaten/kota. Perluasan ini dinilai menjadi fondasi penting dalam pembinaan atlet, termasuk melalui kejuaraan provinsi sebagai persiapan menuju PON 2028.
Ia berharap Sumatera Utara dapat tumbuh menjadi salah satu kekuatan utama gateball nasional. Dengan organisasi yang solid, kerja kolektif, dan pembinaan berkelanjutan, atlet-atlet Sumut diharapkan mampu menembus level internasional, termasuk mewakili Indonesia pada ajang SEA Games.
Ketua PERGATSI Sumut Doli Sinomba Siregar menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kepengurusan baru. Ia menegaskan komitmennya untuk memperluas pengenalan gateball dan mendorong prestasi olahraga tersebut di Sumatera Utara.
Doli menekankan bahwa prestasi tidak dapat dibangun secara individual. Menurutnya, kemajuan gateball Sumut membutuhkan kolaborasi pengurus, atlet, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga.
Adapun jajaran Pengurus PERGATSI Sumut periode 2025–2029 yang dilantik antara lain Doli Sinomba Siregar sebagai ketua, Jangga Siregar sebagai sekretaris, dan Rizal sebagai bendahara.