TAKENGON - Langkah Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, berkantor langsung di RSUD Datu Beru kini memasuki hari kelima. Kehadirannya di rumah sakit pelat merah tersebut difokuskan untuk mengurai berbagai sumbatan birokrasi yang selama ini menghambat efektivitas pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Dalam agenda evaluasi teranyar, Bupati memimpin langsung rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan 17 Kepala Puskesmas, Dinas Kesehatan, Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), BPJS Kesehatan, serta jajaran manajemen RSUD Datu Beru. Pertemuan strategis ini menghasilkan sejumlah solusi konkret, terutama terkait penataan sistem rujukan pasien dan percepatan pencairan dana operasional.
Mengenai sistem rujukan, Haili Yoga menegaskan perlunya edukasi yang lebih masif kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa terdapat 144 jenis penyakit yang secara kompetensi harus dituntaskan di tingkat Puskesmas tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit. Hal ini penting agar fasilitas kesehatan tingkat pertama dapat berfungsi optimal dan mencegah penumpukan pasien di RSUD.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Aceh Tengah, Annisa Mentari, meluruskan anggapan miring mengenai adanya pembatasan rujukan. Annisa menjelaskan bahwa regulasi yang ada bertujuan menyesuaikan layanan dengan kompetensi fasilitas medis. BPJS juga mendorong optimalisasi Program Rujuk Balik (PRB) untuk sembilan penyakit kronis, seperti diabetes melitus dan hipertensi, agar pasien yang kondisinya sudah stabil dapat melanjutkan perawatan dan pengambilan obat di Puskesmas terdekat.
Persoalan krusial lain yang berhasil dipecahkan adalah keterlambatan pencairan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Non-Kapitasi bagi Puskesmas yang sempat tertunda hampir enam bulan. Kepala Bidang Anggaran BPKD Aceh Tengah, Mirtha Taufan Tanoga, menyatakan bahwa atas instruksi Bupati, mekanisme pencairan kini diubah dari sistem Ganti Uang (GU) menjadi mekanisme Langsung (LS) guna mempercepat penyaluran anggaran dasar tersebut.
Melalui pendekatan jemput bola dengan berkantor di rumah sakit, Bupati berharap koordinasi antar-instansi dapat berjalan lebih dinamis dan solutif. Selain pembenahan sistem dan anggaran, Haili Yoga juga mengimbau para pengunjung dan keluarga pasien untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit serta mematuhi larangan merokok di area fasilitas kesehatan tersebut.