Wilayah selatan China saat ini tengah menghadapi situasi darurat setelah Badai Tropis Maysak membawa curah hujan intensitas tinggi yang memicu banjir parah. Dampak cuaca ekstrem ini memaksa pemerintah setempat untuk segera mengerahkan tim penyelamat guna mengevakuasi ratusan warga yang terjebak di dalam kediaman mereka.
Laporan dari media pemerintah, CCTV, menunjukkan proses evakuasi yang menegangkan di Kota Fangchenggang, di mana permukaan air yang terus naik merendam kawasan permukiman dan memutus akses jalan utama. Tim penyelamat terpaksa menggunakan perahu karet untuk menjangkau warga dan membawa mereka ke lokasi yang lebih aman dari jangkauan air.
Meski status Maysak kini telah melemah menjadi depresi tropis, sistem cuaca tersebut masih menyisakan ancaman serius di Wilayah Otonomi Guangxi Zhuang. Genangan air yang meluas tidak hanya merusak infrastruktur perumahan, tetapi juga melumpuhkan aktivitas mobilitas warga di berbagai titik terdampak.
Hingga saat ini, otoritas meteorologi China telah mengeluarkan peringatan dini terkait risiko lanjutan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat pergerakan sisa badai ke arah pedalaman masih berpotensi memicu bencana sekunder berupa banjir bandang serta tanah longsor di area-area rawan.