Peneliti berhasil menangkap citra langsung bintang pendamping yang mengorbit Betelgeuse, bintang raksasa merah terkenal di rasi bintang Orion. Temuan bersejarah menggunakan Very Large Telescope (VLT) milik European Southern Observatory di Cile ini mematahkan asumsi lama bahwa Betelgeuse merupakan bintang tunggal, sekaligus mengoreksi prediksi waktu ledakan supernovanya.
Keberadaan sistem biner atau bintang ganda ini sebenarnya telah dicurigai oleh para astronom selama hampir satu abad. Namun, penelitian terbaru yang dipimpin oleh Miguel Montargès dari Paris Observatory baru-baru ini berhasil menyajikan bukti visual pertama yang tak terbantahkan melalui laporan ilmiah di jurnal 'Astronomy & Astrophysics'.
Betelgeuse sendiri dikenal sebagai bintang monster dengan massa mencapai 16,5 hingga 19 kali lipat dari Matahari dan memancarkan cahaya 100.000 kali lebih terang. Sementara itu, sang bintang pendamping memiliki bobot sekitar 2,6 hingga 3,1 kali massa Matahari. Keduanya berjarak sekitar 500 hingga 600 tahun cahaya dari Bumi dan mengorbit pada jarak yang relatif dekat, mirip dengan rentang orbit Saturnus terhadap Matahari kita.
Penemuan ini membawa implikasi besar terhadap perkiraan kepunahan Betelgeuse. Sebelumnya, para ilmuwan memperkirakan bintang tua berumur 10 juta tahun ini akan meledak dalam rentang waktu 10.000 hingga 100.000 tahun mendatang. Kehadiran bintang pendamping yang saling berinteraksi secara gravitasi dan bertukar materi kini mengaburkan estimasi tersebut, karena interaksi tersebut bisa saja mempercepat atau justru menunda proses menuju fase supernova.
Melalui temuan ini, Betelgeuse kini beralih fungsi menjadi laboratorium kosmik raksasa untuk memahami bagaimana bintang masif berevolusi dan mati. Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi dunia sains bahwa pemahaman manusia terhadap alam semesta akan selalu berkembang seiring kemajuan teknologi observasi.