Universitas Negeri Padang (UNP) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk "Strategi Kependudukan, Kesehatan Mental, dan Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja". Acara yang berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP ini menghadirkan Sekretaris Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol., Ph.D., sebagai pembicara utama.
Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor UNP Ir. Krismadinata, Ph.D., yang membuka secara resmi kegiatan ini, didampingi jajaran dekanat dari berbagai fakultas serta perwakilan BKKBN wilayah Sumatra Barat. Rektor mengapresiasi kehadiran Prof. Budi yang dinilai memberikan perspektif ganda yang berharga, baik sebagai akademisi maupun birokrat praktisi, selaras dengan filosofi pendidikan UNP yang adaptif terhadap realitas lapangan.
Dalam orasinya, Prof. Budi mengulas pentingnya mengapitalisasi bonus demografi demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8 persen. Ia mengungkapkan bahwa UNP memegang peran strategis sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang diakui pemerintah untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi di wilayah Sumatra Barat.
Lebih lanjut, Prof. Budi mengingatkan tantangan kesehatan mental yang dihadapi generasi muda akibat banjir informasi di era digital. Beban informasi yang berlebih rentan memicu sikap oportunistik yang tidak sehat. Tanpa pengelolaan karakter dan produktivitas yang tepat, limpahan penduduk usia produktif Indonesia justru berisiko menyeret bangsa ke dalam jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
Mantan Wakil Rektor Universitas Diponegoro ini memaparkan data bahwa sekitar 64 persen dari total 284,67 juta jiwa penduduk Indonesia saat ini berada di usia produktif. Jika pertumbuhan ekonomi gagal menyentuh angka 8 persen, lapangan kerja baru akan menyusut sehingga memicu lonjakan pengangguran terdidik dan potensi kerawanan sosial. Kegiatan akademik ini kemudian diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan komitmen bersama untuk menyukseskan program kependudukan nasional.