Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan pertama Juli 2026 dengan catatan kurang memuaskan. Indeks acuan domestik ini terpaksa parkir di level 5.875,780, mencerminkan koreksi sebesar 0,35 persen dibandingkan periode perdagangan sebelumnya.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 29 Juni hingga 3 Juli 2026 menunjukkan bahwa pelemahan indeks ini berbanding lurus dengan menyusutnya nilai kapitalisasi pasar. Tercatat, kapitalisasi pasar modal Indonesia terkoreksi 0,14 persen, turun menjadi Rp 10.287 triliun dari sebelumnya yang mencapai Rp 10.302 triliun pada pekan lalu.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengonfirmasi bahwa seluruh indikator aktivitas perdagangan harian sepanjang pekan tersebut mengalami penurunan signifikan. Lesunya transaksi di lantai bursa menjadi indikator utama bagaimana tekanan pasar menahan minat beli para investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Di sisi lain, terdapat sedikit sentimen positif pada penutupan perdagangan Jumat (3/7), di mana investor asing mulai mencatatkan aksi beli bersih (net buy) tipis senilai Rp 6,08 miliar. Namun, langkah ini belum mampu menutupi tren negatif yang telah berlangsung lama.
Secara tahun berjalan (year-to-date), investor asing masih menunjukkan dominasi aksi jual bersih dengan nilai akumulatif mencapai Rp 74,42 triliun. Hal ini mengindikasikan bahwa sentimen investor luar negeri terhadap pasar saham domestik masih cenderung hati-hati di sepanjang tahun 2026 ini.