Masa transisi dari sekolah menengah ke bangku kuliah sering kali memicu tekanan psikologis bagi mahasiswa baru. Menanggapi fenomena ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) menyelenggarakan gelar wicara bertajuk “Menjaga Kesehatan Jiwa Selama Kuliah” dalam rangkaian Pengenalan Sistem Akademik dan Kemahasiswaan (PSAK) di Balai Purnomo, Depok.
Ketua Badan Konseling Mahasiswa (BKM) FISIP UI, Dr. Ety Rahayu, M.Si., mengungkapkan bahwa fase awal perkuliahan menuntut adaptasi yang besar. Berdasarkan survei internal BKM FISIP UI, sejumlah faktor seperti masalah finansial, tekanan akademis, fasilitas kampus, hingga penyesuaian lingkungan sosial kerap menjadi pemicu utama stres di kalangan mahasiswa.
Untuk mengantisipasi dampak buruk dari tekanan tersebut, mahasiswa diimbau untuk mengenali kapasitas diri dan menerapkan metode koping yang sehat. Ety mengenalkan beberapa teknik relaksasi praktis yang dapat dilakukan secara mandiri, seperti menulis jurnal (journaling), teknik pernapasan 4-7-8, latihan grounding, serta relaksasi otot.
Selain metode pencegahan, mahasiswa juga diajarkan mengenali gejala awal gangguan kesehatan mental yang memerlukan penanganan khusus. Gejala tersebut meliputi perasaan tidak berdaya yang terus-menerus, penurunan konsentrasi, gangguan pola tidur dan makan, hingga hilangnya motivasi beraktivitas yang mulai mengganggu jalannya perkuliahan.
Guna menjamin kesejahteraan psikologis mahasiswanya, FISIP UI telah menyediakan alur pendampingan yang terintegrasi. Mahasiswa yang membutuhkan bantuan dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dosen Pembimbing Akademik (PA), sebelum diarahkan ke layanan konseling BKM FISIP UI atau dirujuk lebih lanjut ke Klinik Makara UI untuk penanganan medis profesional.