BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menaruh perhatian serius terhadap kesehatan generasi muda, khususnya terkait ancaman gaya hidup pasif akibat ketergantungan gawai. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengimbau para orang tua untuk lebih ketat membatasi durasi penggunaan telepon genggam pada anak demi menjaga kesehatan fisik dan mental mereka.
Dalam acara Seminar Nasional dan Deklarasi Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045 yang digelar di Kota Bandung, pria yang akrab disapa KDM ini menjelaskan bahwa kebiasaan menatap layar gawai terlalu lama membuat anak-anak kurang bergerak. Akibatnya, nutrisi yang dikonsumsi tubuh tidak terkonversi secara optimal menjadi energi, yang memicu berbagai masalah kesehatan serius.
Menurutnya, dampak dari minimnya aktivitas fisik ini sangat mengkhawatirkan. Beberapa penyakit kronis yang biasanya menyerang orang dewasa, seperti diabetes dan gagal ginjal, kini mulai marak ditemukan pada usia anak-anak. Selain berdampak pada fisik, kecanduan gawai dinilai turut memicu ketidakstabilan emosi pada anak.
Guna mengantisipasi ancaman tersebut, KDM meminta para orang tua untuk lebih aktif mengajak anak-anak melakukan aktivitas fisik di luar ruangan. Tidak hanya itu, pengawasan terhadap asupan makanan juga harus diperketat, terutama dengan mengurangi konsumsi makanan dan minuman olahan yang tinggi kandungan gula.
Di samping menyoroti kesehatan anak, Pemprov Jawa Barat juga tengah merumuskan kebijakan baru untuk menjamin gizi ibu hamil. KDM menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen hadir dalam memastikan pemenuhan pangan bergizi, air bersih, serta udara sehat bagi masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas.