Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru melaporkan adanya peningkatan temuan kasus suspek dengue yang kini mencapai 42 kasus hingga minggu ke-30, terhitung sejak awal Januari hingga Agustus 2026. Angka ini menunjukkan tren kenaikan dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 37 kasus, sekaligus lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Edi Satriawan, mengonfirmasi bahwa puluhan kasus ini tersebar di tujuh wilayah administratif. Kecamatan yang dimaksud meliputi Tuah Madani, Marpoyan Damai, Sukajadi, Sail, Senapelan, Lima Puluh, dan Pekanbaru Kota.
Edi menjelaskan bahwa puluhan kasus suspek tersebut dihimpun dari 15 unit pelapor di lapangan. Laporan tersebut sempat memicu alarm peringatan dini (alert) di delapan unit pemantau. Kendati demikian, setelah dilakukan proses verifikasi secara cermat, Dinkes memastikan kondisi saat ini belum dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Meskipun belum berstatus KLB, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan mengingat wilayah Pekanbaru mulai memasuki musim penghujan yang berpotensi memicu perkembangbiakan nyamuk penular. Oleh karena itu, seluruh puskesmas diinstruksikan untuk memperketat surveilans dan deteksi dini guna memutus rantai penularan sejak awal.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes merekomendasikan unit pelapor untuk memanfaatkan sistem pelaporan terintegrasi (EBS) jika menemukan indikasi kasus baru. Di samping penanganan medis pasien yang sesuai standar, masyarakat juga diimbau secara masif untuk menggalakkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri di lingkungan masing-masing.