Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Gorontalo, Ghalib Lahidjun, mendorong pemerintah daerah untuk memprioritaskan alokasi anggaran sektor kepemudaan dan olahraga dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027. Langkah ini dinilai strategis guna menjaga stabilitas kemasyarakatan di tengah dinamika sosial yang kian dinamis.

Usulan tersebut disampaikan Ghalib dalam rapat kerja Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Gedung DPRD Provinsi Gorontalo. Menurut Sekretaris Komisi IV DPRD Gorontalo tersebut, penguatan pada sektor pemuda dan olahraga merupakan bagian penting dari mitigasi dini terhadap potensi kerawanan sosial yang bisa terjadi kapan saja.

Legislator dari Fraksi Golkar ini menekankan bahwa pembinaan kepemudaan dan olahraga dapat menjadi benteng pertahanan sebelum munculnya gangguan keamanan. Ia membandingkan langkah ini dengan penguatan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dinilainya lebih bersifat reaktif setelah terjadi konflik, sedangkan sektor pemuda bertindak sebagai langkah preventif.

Terkait usulan anggaran awal sebesar Rp19 miliar yang dinilai cukup besar, Ghalib menyarankan adanya evaluasi mendalam. Ia mendesak TAPD untuk menyelaraskan usulan program dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) agar tepat sasaran dan efisien.

Ghalib berharap alokasi anggaran tetap disesuaikan dengan skala prioritas dan kemampuan fiskal daerah. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk membuka ruang diskusi lebih spesifik guna menyisir program-program kepemudaan yang paling mendesak demi mengantisipasi gejolak sosial yang tidak terduga.