Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan puncak musim kemarau tahun 2026 akan berlangsung lebih kering dan panjang, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September. Fenomena El Nino yang menyertai kondisi ini berpotensi memicu cuaca panas ekstrem di berbagai wilayah Indonesia, yang berdampak langsung pada kondisi fisik masyarakat.
Perubahan iklim yang drastis ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan akibat paparan sinar matahari yang intens dan penurunan kelembapan udara. Merujuk pada panduan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), suhu ekstrem berisiko menyebabkan dehidrasi, kelelahan parah (heat exhaustion), hingga kondisi fatal seperti sengatan panas (heatstroke).
Untuk menjaga kebugaran tubuh, langkah krusial pertama adalah menjaga hidrasi secara konsisten dengan mengonsumsi air putih minimal delapan gelas sehari tanpa menunggu rasa haus datang. Selain itu, masyarakat dianjurkan menyesuaikan waktu berolahraga pada pagi atau sore hari saat suhu lebih rendah, serta memilih area yang teduh atau di dalam ruangan untuk meminimalkan paparan panas langsung.
Menjaga daya tahan tubuh juga memerlukan asupan nutrisi yang seimbang, terutama melalui konsumsi sayuran dan buah berkadar air tinggi seperti melon, semangka, dan mentimun. Dari sisi penampilan, mengenakan pakaian longgar berbahan ringan seperti katun dengan warna terang sangat disarankan guna mengurangi penyerapan energi panas matahari.
Di tengah meningkatnya debu dan polusi selama musim kemarau, menjaga kebersihan diri melalui kebiasaan mencuci tangan dan membersihkan rumah secara rutin menjadi hal wajib. Perlindungan kulit juga harus dioptimalkan dengan mengaplikasikan tabir surya secara berkala serta menghindari aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak antara pukul 10.00 hingga 16.00 WIB ketika radiasi ultraviolet berada pada titik tertinggi.
Terakhir, sangat penting bagi masyarakat untuk peka terhadap gejala awal gangguan akibat paparan suhu tinggi, seperti pusing, mual, atau lemas ekstrem. Segera mencari tempat berteduh dan mengonsumsi air esensial dilakukan, serta tidak ragu untuk mencari pertolongan medis apabila gejala memburuk demi mengantisipasi kedaruratan akibat cuaca panas.