Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena bediding. Kondisi alam yang ditandai dengan penurunan suhu udara secara drastis pada malam hingga pagi hari ini kerap terjadi selama musim kemarau dan berpotensi memengaruhi kondisi fisik masyarakat jika tidak diantisipasi dengan baik.

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menekankan pentingnya menjaga imunitas tubuh di tengah perubahan cuaca ekstrem ini. Menurutnya, kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid) menjadi pihak yang paling berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat perubahan suhu yang mendadak.

Secara ilmiah, fenomena bediding terjadi karena minimnya tutupan awan pada musim kemarau, sehingga panas bumi terlepas dengan cepat ke atmosfer pada malam hari. Menyikapi hal ini, Agus mengajak warga memandang fenomena ini sebagai momentum untuk bersyukur sekaligus menjaga kesehatan sebagai amanah. Warga diimbau melakukan ikhtiar lahiriah dengan menerapkan pola hidup sehat, serta ikhtiar batiniah melalui peningkatan ibadah dan doa.

Selain menjaga kesehatan diri sendiri, BAZNAS Majalengka juga mendorong penguatan solidaritas sosial di lingkungan masyarakat. Mengingat cuaca dingin ini terasa jauh lebih berat bagi keluarga prasejahtera yang memiliki keterbatasan hunian dan sandang, masyarakat diajak untuk saling peduli dan membantu tetangga maupun kaum dhuafa yang membutuhkan perlindungan dari paparan cuaca dingin ekstrem.