Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menggelar agenda reses masa persidangan III tahun 2025-2026 bersama warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kota Malang. Dalam pertemuan tersebut, isu krusial mengenai peningkatan fasilitas olahraga dan pembenahan transportasi publik menjadi fokus utama yang disampaikan masyarakat.

Sebagai perwakilan dari Dapil Malang Raya, Puguh mengungkapkan bahwa ketersediaan sarana olahraga di wilayahnya masih sangat terbatas. Aspirasi yang mengemuka mendesak pemerintah daerah agar segera membangun infrastruktur penunjang, termasuk sarana khusus untuk cabang pencak silat serta ketersediaan arena (venue) sepatu roda yang hingga kini belum memadai.

Menurut legislator dari Fraksi PKS tersebut, investasi pada sarana olahraga sangat krusial dalam mencetak atlet berprestasi nasional sekaligus membentuk karakter positif bagi generasi muda di Jawa Timur. Ia berkomitmen untuk mendorong alokasi anggaran pembangunan fasilitas ini agar pembinaan atlet lokal dapat berjalan lebih maksimal.

Selain sektor olahraga, dialog interaktif tersebut juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Puguh, yang juga bertugas di Komisi E DPRD Jawa Timur, menegaskan bahwa kualitas pendidikan sangat bergantung pada kesejahteraan guru sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan bangsa.

Di sisi lain, persoalan kemacetan kronis di Kota Malang turut menjadi perhatian serius. Puguh menyatakan perlunya perubahan arah kebijakan transportasi secara radikal. Baginya, penambahan lebar jalan tidak lagi efektif tanpa dibarengi dengan penguatan sistem transportasi massal yang aman, nyaman, dan terintegrasi.

Untuk mengatasi kepadatan pada jam sibuk, Puguh mendorong kembali realisasi konsep "Angkot Halokes" atau angkutan khusus sekolah yang digagasnya sejak tahun 2022. Langkah ini diharapkan mampu mereduksi penggunaan kendaraan pribadi secara signifikan di tengah tingginya mobilitas dari sekitar 350 ribu mahasiswa dan sektor pariwisata yang aktif di Malang.

Mengakhiri pemaparannya, Puguh mengapresiasi keaktifan warga PSHT dalam menyampaikan aspirasi pembangunan daerah. Ia berjanji akan mengawal seluruh masukan tersebut melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di parlemen Jawa Timur guna melahirkan kebijakan konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.