Meta Platforms saat ini menjadi sorotan investor global dengan sentimen pasar yang cenderung optimistis. Meskipun perusahaan diprediksi akan mencatatkan puncak belanja modal (capex) pada tahun 2026, para analis menilai fundamental bisnis raksasa teknologi ini tetap kokoh. Setelah periode intensif tersebut, pengeluaran modal diperkirakan akan kembali normal pada 2027, memberikan ruang bagi perusahaan untuk memaksimalkan efisiensi.

Kinerja inti Meta menunjukkan tren pertumbuhan yang menjanjikan, terutama pada lini bisnis periklanan. Data mencatat kenaikan impresi iklan sebesar 19% serta peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna aktif harian sebesar 27% secara tahunan. Dengan margin operasi yang mencapai 41% dan perolehan arus kas bebas sebesar $12,4 miliar pada kuartal pertama, Meta membuktikan kemampuannya dalam menjaga profitabilitas di tengah ekspansi teknologi yang masif.

Valuasi saham Meta saat ini dianggap cukup atraktif dengan rasio harga terhadap laba (P/E ratio) yang berada 19% di bawah rata-rata lima tahun terakhir. Hal ini didukung oleh diversifikasi pendapatan baru, termasuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) serta inisiatif bisnis cloud compute yang memanfaatkan kapasitas infrastruktur internal perusahaan secara lebih optimal.

Meskipun terdapat tantangan eksternal seperti fluktuasi pasar chip AI global dan isu regulasi terkait kesehatan mental remaja, kekuatan fundamental Meta dianggap mampu meredam volatilitas. Fokus investor kini tertuju pada transisi strategis Meta yang tidak hanya mengandalkan pendapatan dari iklan, tetapi juga mulai merambah sektor layanan komputasi, yang diproyeksikan menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang yang signifikan.