Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengambil langkah cepat dalam membenahi kawasan olahraga Stadion Mattoanging di Makassar. Upaya ini direalisasikan melalui aksi kerja bakti massal yang melibatkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) demi mengembalikan fungsi optimal aset daerah tersebut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Suherman, menjelaskan bahwa aksi gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menyediakan sarana olahraga yang layak bagi masyarakat. Ia menegaskan kegiatan serupa akan digelar secara berkala sebagai wujud komitmen menjaga dan memelihara kebersihan serta kenyamanan fasilitas publik di kawasan stadion.
Penataan kembali kawasan bersejarah ini juga menjadi bagian strategis Pemprov Sulsel dalam melakukan pengamanan serta pengelolaan aset daerah yang efisien, produktif, dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan ruang publik yang lebih representatif untuk menunjang aktivitas fisik warga.
Kerja bakti ini mempertemukan berbagai elemen, mulai dari aparatur sipil negara (ASN) lintas sektor, Unit Pelaksana Teknis (UPT), jajaran rumah sakit daerah, personel Komponen Cadangan (Komcad) ASN, hingga atlet daerah. Fokus pembersihan tersebar di beberapa titik krusial, seperti area lapangan sepak bola, kolam renang, gedung olahraga, hingga eks Gedung Jantung Sehat.
Dukungan penuh juga mengalir dari para staf yang terlibat langsung. Eka, salah satu ASN yang ikut serta, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memperkuat rasa kepemilikan bersama terhadap fasilitas pemerintah. Senada dengan hal itu, Kurniawan selaku perwakilan Komcad ASN menyatakan kesiapannya untuk terus bersinergi dalam program pembangunan daerah yang berdampak langsung pada masyarakat.
Ke depan, Pemprov Sulsel berkomitmen melakukan penataan Stadion Mattoanging secara bertahap sesuai cetak biru pengembangan yang telah disiapkan. Revitalisasi ini ditargetkan mampu memulihkan fungsi stadion sebagai pusat olahraga sekaligus ruang publik yang nyaman dan bernilai guna tinggi bagi masyarakat Sulawesi Selatan.