Aktivitas operasional di Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Rewulu, Bantul, ternyata menyimpan daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat. Proses pemindahan atau langsir rangkaian gerbong kereta api (KA) pengangkut BBM yang rutin dilakukan setiap hari kini bertransformasi menjadi hiburan alternatif yang dinanti warga sekitar maupun para pencinta kereta api (railfans).
Dalam prosesnya, rangkaian gerbong tangki yang telah terisi penuh di area terminal mula-mula ditarik oleh lokomotif langsir menuju emplasemen Stasiun Rewulu. Di stasiun ini, lokomotif penarik awal dilepas untuk kemudian digantikan oleh lokomotif dinas utama dari Dipo Lokomotif Yogyakarta yang akan membawa pasokan bahan bakar tersebut ke daerah tujuan.
Keramaian biasanya mencapai puncaknya menjelang sore hari, saat intensitas pergerakan kereta meningkat. Maulana, seorang warga Dusun Samben yang tinggal di dekat Stasiun Rewulu, menuturkan bahwa sore hari merupakan waktu paling favorit bagi warga untuk berkumpul, khususnya saat lokomotif langsir mulai beroperasi secara terjadwal.
Menariknya, kawasan sekitar stasiun terbagi menjadi beberapa titik aktivitas publik yang berbeda. Area sebelah barat stasiun cenderung lebih padat karena keberadaan pasar kaget (pasar tiban) yang ramai dikunjungi warga. Sebaliknya, area sebelah timur yang lebih tenang menjadi lokasi strategis bagi para YouTuber dan pemburu konten untuk mengabadikan momen kereta melintas.
Bagi masyarakat sekitar, gemuruh mesin lokomotif dan derit rel baja bukan lagi sekadar bising aktivitas industri. Fenomena harian ini telah melebur menjadi bagian dari denyut nadi kehidupan sosial warga Rewulu, menciptakan ruang interaksi komunal yang unik di pinggir rel kereta.