Komika Gian Luigi angkat bicara mengenai situasi pelik yang menimpa karyawan Arjuna Bowling di Jakarta Barat. Melalui media sosial, ia menyoroti dampak buruk dari penyegelan tempat usaha tersebut oleh organisasi massa (ormas) GRIB Jaya yang dinilai telah merugikan banyak pihak, terutama para pekerja yang kini kehilangan sumber penghasilan.

Gian menjelaskan bahwa kendati ia memahami adanya sengketa lahan yang mendasari aksi tersebut, keterlibatan ormas dalam menduduki dan menyegel lokasi dinilai sebagai langkah yang tidak tepat. Ia menegaskan bahwa konflik lahan seharusnya diselesaikan melalui koridor hukum yang sah, bukan dengan tindakan intimidasi di lapangan yang kontraproduktif.

Lebih lanjut, Gian menceritakan keprihatinannya atas perilaku oknum ormas yang dinilai melampaui batas. Ia menyoroti sebuah insiden di mana seorang karyawan bahkan dilarang mengambil barang pribadi berupa pompa ASI dari dalam lokasi. Menurutnya, tindakan tersebut mencederai fungsi ormas sebagai elemen yang seharusnya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Dalam pesan yang disampaikannya, Gian mendesak pihak Kepolisian untuk segera hadir sebagai penengah agar situasi kembali kondusif. Ia berharap intervensi aparat dapat memberikan kepastian bagi para karyawan agar mereka dapat kembali bekerja dengan normal tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

Sebagai penutup, Gian mengingatkan agar pihak-pihak yang terlibat untuk tidak mengorbankan kesejahteraan masyarakat kecil demi kepentingan sengketa. Ia menekankan bahwa dalam upaya memperjuangkan hak, tidak sepantasnya hal tersebut dilakukan dengan cara yang justru mematikan roda ekonomi sesama warga negara.