Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara resmi menginisiasi percepatan pengembangan vaksin demam berdarah (dengue) dengan memanfaatkan platform teknologi mRNA mutakhir. Proyek ambisius ini merupakan hasil sinergi riset antara Universitas Indonesia, Tsinghua University, serta PT Etana Biotechnologies, yang didanai melalui skema kolaborasi antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan sektor swasta dengan total investasi mencapai Rp16 miliar.
Pengembangan vaksin ini diproyeksikan sebagai langkah krusial untuk meningkatkan kapasitas produksi antigen vaksin secara domestik. Hingga saat ini, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan kebutuhan antigen untuk program imunisasi nasional. Dengan adopsi teknologi mRNA yang terbukti efektif dalam pengembangan vaksin modern, pemerintah berharap Indonesia dapat meminimalisir ketergantungan pada produk impor di masa depan.
Meskipun hasil uji praklinis menunjukkan kandidat vaksin menghasilkan respons antibodi yang menjanjikan—bahkan diklaim lebih unggul dibandingkan vaksin komersial yang ada saat ini—pihak otoritas kesehatan menegaskan bahwa vaksin ini belum otomatis masuk dalam program imunisasi nasional. Proses pengujian klinis yang ketat masih harus dilalui untuk menjamin standar keamanan dan efektivitas sebelum diproduksi secara massal.
Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan komitmen penuh untuk melakukan pendampingan intensif sejak fase awal penelitian. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menekankan pentingnya keterlibatan regulator sedari dini guna memastikan seluruh standar mutu, keamanan, dan farmakokinetik telah memenuhi kriteria global. Langkah ini diambil sebagai strategi preventif agar proses registrasi vaksin nantinya dapat berjalan lebih efisien tanpa hambatan regulasi.
Pemerintah menargetkan riset ini dapat mencetak sejarah sebagai pengembangan vaksin mRNA dengue pertama di dunia. Meski demikian, Menkes menegaskan bahwa penentuan prioritas dalam program imunisasi nasional ke depan tetap akan didasarkan pada analisis beban penyakit serta tingkat mortalitas di Indonesia.