Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) tengah menyusun strategi besar untuk merombak ekosistem olahraga tanah air. Langkah ini diambil setelah delegasi NOC Indonesia menyelesaikan kunjungan intensif dalam program International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat pada Juni 2026 lalu.

Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa Amerika Serikat merupakan tolok ukur yang tepat bagi Indonesia untuk mencapai prestasi kelas dunia. Selama kunjungan ke empat kota besar di AS, delegasi mempelajari bagaimana sistem olahraga dikelola secara komprehensif, mencakup pembinaan atlet sejak dini, tata kelola organisasi, hingga aspek pendanaan dan pemasaran olahraga.

Salah satu poin krusial yang disorot adalah keberhasilan Amerika Serikat mengintegrasikan dunia pendidikan tinggi dengan pengembangan atlet melalui sistem National Collegiate Athletic Association (NCAA). Okto menilai, model "jalur bakat" berbasis kampus ini sangat potensial untuk diadaptasi ke dalam struktur pembinaan atlet di Indonesia agar lebih berjenjang dan berkelanjutan.

Okto menambahkan bahwa kunci utama dominasi Amerika Serikat di kancah Olimpiade terletak pada sinergi lintas sektor. Selain dukungan pemerintah, peran aktif sektor swasta, penerapan sport science, hingga penguatan kewirausahaan olahraga menjadi pilar yang saling menguatkan dalam membangun prestasi atlet yang konsisten.

Rencananya, seluruh hasil kajian dan temuan selama program IVLP akan segera diserahkan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Langkah ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan perhatian khusus pada pembangunan fondasi olahraga jangka panjang di Indonesia.

Program ini juga mendapat dukungan dari pihak Amerika Serikat sebagai bentuk penguatan diplomasi antarnegara. Melalui pertukaran wawasan ini, diharapkan sistem olahraga nasional dapat bertransformasi menjadi ekosistem yang lebih profesional, terukur, dan kompetitif di panggung internasional.